Mesin Verifikator Fakta & Anti-Hoaks Islam. Periksa kebenaran kutipan hadits, ceramah, atau broadcast grup WA dengan pendekatan Tabayyun berbasis literatur otoritatif.
🛡️ Ruang Pengecekan Fakta
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti (Tabayyun)..." (QS. Al-Hujurat: 6).
🧐
Alat akan melacak jejak literatur dari klaim tersebut.
Uji Coba Klaim Populer:
Menganalisis Klaim...
Melakukan pencocokan silang dengan database kitab hadits dan tafsir mu'tabar...
Laporan Hasil Tabayyun
Status verifikasi untuk klaim yang Anda ajukan.
Status Kesahihan
❓
MENUNGGU
Tingkat Validitas
0%
Klaim yang Diperiksa:
"..."
🔬 Hasil Analisis Kepakaran
...
Redaksi Asli / Teks yang Benar:
...
Referensi Ulama/Kitab:
...
Hentikan Rantai Disinformasi!
Gunakan fitur ini untuk membalas pesan di grup WA yang menyebarkan klaim ini.
Edukasi Ilmu Hadits & Tabayyun
Pahami istilah-istilah dasar agar Anda tidak mudah tertipu oleh disinformasi berkedok agama.
Klasifikasi Derajat Hadits
1. Shahih: Hadits paling valid. Sanadnya bersambung, perawinya adil (terpercaya) dan dhabit (kuat hafalan), tanpa cacat. Bisa dijadikan landasan hukum mutlak.
2. Hasan: Mirip shahih, sanad bersambung, tapi ada perawi yang hafalannya sedikit kurang. Tetap bisa dijadikan landasan hukum.
3. Dhaif (Lemah): Terputusnya sanad atau ada perawi yang bermasalah. Mayoritas ulama melarang menggunakannya untuk hukum halal/haram, tapi sebagian membolehkan untuk Fadhailul Amal (keutamaan amal) dengan syarat ketat.
4. Maudhu' (Palsu): Bukan hadits! Ini adalah kebohongan yang disandarkan kepada Nabi Muhammad ﷺ. Haram disebarkan kecuali untuk memperingatkan kepalsuannya.
Mengenal Ciri Hadits Palsu
Tanpa meneliti sanad, kadang kita bisa mencurigai kepalsuan sebuah hadits dari isi (matan) nya:
Pahalanya Terlalu Lebay: Menjanjikan pahala ribuan tahun ibadah hanya karena amalan yang sangat sepele.
Ancamannya Tidak Masuk Akal: Mengancam dengan siksaan neraka jahanam untuk hal-hal duniawi yang remeh.
Bertentangan dengan Al-Qur'an: Jika isinya berlawanan dengan ayat Al-Qur'an yang tegas, pasti itu palsu.
Bahasa Arabnya Rancu: Susunan kata tidak mencerminkan kefasihan bahasa kenabian (jawami'ul kalim).
"Barangsiapa berdusta atasku dengan sengaja, maka hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka." (HR. Bukhari & Muslim)
Catatan Investigasi Luring
Hasil pengecekan fakta tersimpan aman di memori perangkat Anda.
Belum ada fakta yang diverifikasi.
Peringatan: Tasdiq menggunakan Model Bahasa Besar (LLM) untuk melakukan pemindaian silang terhadap literatur Islam. Meskipun dirancang untuk menolak hoaks, Alat dapat melakukan kesalahan (halusinasi). Pastikan untuk selalu merujuk pada kitab asli, situs resmi fatwa, atau bertanya kepada Asatidz sebelum mengambil kesimpulan akhir.